Seni  

Tari Gandrung Tergeser Nilainya oleh Tari Jangger, Ini Perbedaannya

massmedia.id, Lombok Timur – Tari Gandrung adalah kesenian tari tradisional dari Lombok yang dilakukan secara berpasangan antara penari Perempuan dan Laki-laki. Tari gandrung ini merupakan salah satu kesenian tari klasik yang cukup terkenal di Pulau Lombok. Tari Gandrung Lombok ini sebenarnya hampir sama dengan Tari Gandrung yang ada di Jawa maupun Bali. Namun terdapat beberapa perbedaan yang menjadi ciri khasnya, baik dari segi gerakan, kostum, maupun penyajian pertunjukannya. 

Menurut Wahyudi, guru dan pemerhati Tarian Tradisional Lombok ketika ditemui di rumahnya, Sabtu (15/5), mengatakan, Tari Gandrung dahulunya merupakan tari persembahan sebagai wujud rasa syukur ketika panen melimpah. Bentuknya tari kerakyatan yang mengajak semua masyarakat ikut menari dengan beberapa aturan yang mengikatnya.

Wahyudi melanjutkan, Penari Gandrung saat itu merupakan gelar yang terhormat bagi seorang penari yang saat ini sudah agak tergeser nilainya dengan sebutan Jangger. Tradisi tersebut kemudian terus dilakukan dan dikenal dengan Tari Gandrung atau dalam masyarakat Suku Sasak dikenal dengan Tari Jangger.

Seniman muda ini menambahkan, dalam penyajian, tarian Gandrung dibatasi oleh sejauh mana batas cahaya lampu, di dalam jangkauan lingkaran lampu itu penari gandrung bergerak untuk menari, sedangkan para pengiring berada diluar lingkaran cahaya lampu. 

“Tidak seperti sekarang, pengibingnya main nyosor nyosor saja,” ungkapnya dengan nada kesal.

Tari Gandrung dulu merupakan persembahan sebagai bentuk rasa syukur. “Ada pengumpulan hasil panen oleh para petani saat itu yang mengadakan persembahan. Dan hasil pengumpulan itulah yg menjadi berkat atau oleh-oleh bagi sang penari,” bebernya.

Dalam pertunjukan Tari Gandrung Lombok ini biasanya diiringi oleh berbagai musik tradisional. Menggunakan musik gamelan sederhana dulunya. Komposisi alatnya gendang, petuk, rincik, dan gong, di mana suling sebagai alat melodi utamanya. Ada juga dengan penambahan cungklik sebagai penambah melodinya.

“Kostumnya masih sama dari dulu sampai sekarang cuma ada bedanya dari sederhana ke bentuk yang lebih kreasi dan modern,” jelas Wahyudi. Dari kain songket, naik ke ampok-ampok di pinggang (sabuk). Kemben sebagai penutup baju kebaya, ditutup lagi dengan penutup dada pundak leher, ada yang menyebutnya badong dan ada pula yang menyebutnya bapang. Untuk kepala diberikan mahkota biasa disebut Gelung. Untuk kostum para Penari Pria biasanya lebih bebas, bisa juga menggunakan pakaian adat masyarakat Lombok.

Ketika wartawan massmedia menanyakan apa perbedaan Tari Gandrung dengan Tari Bejanggeran?

Menurut Wahyudi, pertanyaan seperti ini sering dipertanyakan masyarakat awan karena beda tipis. Tari Gandrung merupakan satu kesatuan dari beberapa  pembabakan tari dari bapangan, penepekan dan pengibingan. Bagian pengibingannya itu yang dijadikan sebagai Tari Jangger. “Yang kita kenal sekarang ini adalah bagian dari Tari Gandrung itu sendiri yaitu bagian Pengibingannya saja,” tegasnya.

Menurut Wahyudi, Pendiri Sanggar Tari Banaspatiraja, bagi para pegiat seni budaya terutama Tari dan Karawitan, sekaligus Akademisi yang bergerak dalam bidang Tari dan Karawitan untuk tetap memelihara dan mengembangkan kesenian tari Gandrung dengan sesering mungkin mengangkat tari Gandrung ini sebagai bahan kajian ilmiah. Supaya sumber dan referensi tentang tari Gandrung itu tidak hanya didapatkan dari segelintir seniman saja, dan bisa menghadirkan pemahaman serta sudut pandang yang bervariasi dalam memelihara dan mengembangkan nilai dari tari Gandrung itu ke depannya.

Dalam perkembangannya, kata Wahyudi, Tari Gandrung Lombok ini awalnya hanya merupakan tarian hiburan bagi masyarakat. Namun, seiring berjalannya waktu, tarian ini juga dikembangkan menjadi suatu tarian pertunjukan dengan beberapa penataan ulang dalam segi gerak, kostum, jumlah pemain maupun penyajian pertunjukannya. Sehingga dapat ditampilkan di berbagai acara baik sebagai hiburan, pertunjukan seni dan sebagai daya tarik pariwisata,” tutupnya. (Asbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *