Pemilik Homestay ini Keluhkan Kelangkaan Minyak Goreng

Lombok Timur – Kelangkaan minyak goreng saat ini sangat terasa bagi seluruh masyarakat. Tidak terkecuali para pelaku pariwisata. Para pemilik homestay di kabupaten Lombok Timur banyak mengeluhkan tidak adanya minyak goreng saat ini.

Apalagi dengan sebentar lagi diadakannya gelaran MotoGp yang tinggal menghitung minggu, kekurangan minyak goreng yang dialami para pelaku homestay, membuat para pelaku homestay sendiri pusing untuk memikirkan alternatif sebagai persiapan untuk menghidangkan konsumsi bagi para tamu yang nantinya akan menginap.

Menurut Musanip salah satu pemilik homestay di Kabupaten Lombok Timur, menerangkan saat ini masih kurangnya persiapan untuk menyambut gelaran MotoGP,. Sedangkan para tamu sudah banyak yang memesan untuk menginap di setiap homestay. 

“Memang saat ini masih kesulitan, apalagi dengan kelangkaannya minyak goreng. kami juga kepikiran kalau nantinya tidak ada minyak goreng, bagaimana cara kami untuk menghidangkan makanan bagi para tamu. Sedangkan tamu yang menginap di homestay sendiri udah booking dari lama,” terang Musanip.

Musanip juga mengaku tidak bisa berbuat apa-apa jika kelangkaan minyak goreng masih berlanjut saat tamu MotoGP berdatangan. “Kalau nantinya pas tamu sudah datang, sedangkan minyak goreng sendiri masih langka seperti ini, kami sendiri tidak tau akan berbuat seperti apa. Kami juga untuk konsumsi pribadi saja masih kekurangan untuk minyak goreng, apalagi nantinya untuk para tamu yang datang ke tempat kami,” jelasnya.

Musanip sebenarnya sudah dari lama menyiapkan inovasi untuk pengganti minyak goreng dengan minyak kelapa, hanya saja saat ini pun banyak kelapa yang dijual masyarakat untuk didistribusikan ke Surabaya. 

“Kita sebenarnya bisa membuat minyak kelapa. Kami sendiri sering membuat itu dan kami pun juga sering menjual ke turis asing sebagai paket tour cara pembuatan minyak kelapa. Hanya saja saat ini banyak kelapa yang dijual ke pengusaha-pengusaha dari luar. Sehingga kami sendiri sulit untuk mencari kelapa yang nantinya bisa kami olah menjadi minyak,” tuturnya.

Kelapa sendiri pun dihargai oleh pengusaha dengan harga Rp. 20.000/6 biji. Untuk membuat minyak kelapa sendiri dibutuhkan 4-5 biji untuk menjadi 1 Liter minyak kelapa, sedangkan per Liter minyak kelapa biasanya dijual dengan harga Rp.19.000/liternya.

Musanip berharap adanya inovasi dari pemerintah untuk menanggulangi kelangkaan minyak goreng seperti ini. Dia juga sangat mengharapkan nantinya pemerintah dapat membantu para pelaku usaha pariwisata salah satunya para pemilik homestay.

Musanip adalah pemilik MU Homestay di Desa Kembang Kuning kecamatan Sikur. MU Homestay pernah menerima penghargaan sebagai homestay terbaik di Kabupaten Lombok Timur. Sedangkan Musanip sendiri pernah membawa Kembang Kuning menjadi juara desa Wisata Nasional 2019 ketika masih menjabat sebagai ketua Pokdarwis saat itu. (Ozie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *