Nyaris Dilupakan, STP Mataram Sentuh Sisi Lain Desa Wisata Tetebatu

Halus Mandala dan Tim berbincang dengan BPDEWI Tetebatu

Lombok Timur – Di tengah hiruk pikuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB berbenah di sisi fisik Desa Wisata Tetebatu, penataan sisi penting lain kandidat desa wisata terbaik dunia ini nyaris dilupakan. 

Sekolah Tinggi Wisata (STP) Mataram, hadir menginisiasi. Sisi penting yang nyaris dilupakan itu adalah peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di kawasan wisata pedesaan ini. 

“Sisi penting yang lain itu adalah sumber daya manusianya. Nyaris dilupakan. Dari sisi fisik sudah cukup terlihat. Namun masih perlu banyak sentuhan seperti perbaikan fisik jalan yang masih banyak lubang. Kami coba menyentuh sisi lain yang juga kami anggap penting. Kami berasal dari latar belakang keilmuan. Karena alasan ini kami coba sentuh dari sisi sumber daya manusianya,” ungkap Ketua Yayasan Kerta Wisata, Halus Mandala, di Tetebatu, Rabu (15/9) usai menemui Ketua Badan Pengelola Desa Wisata (BPDEWI) Tetebatu, Mariani.

Halus Mandala yang juga Kepala STP Mataram ini, berusaha mencari tahu, sisi mana yang belum tersentuh penataan. Panggilan hatinya tergerak untuk menata kapasitas pembangunan sumber daya manusianya.

“Pemerintah daerah NTB dan Lombok Timur bergerak cepat mempercantik wisata pedesaan Tetebatu. Di bawah koordinator Kadispar NTB, Yusron Hadi, Tetebatu saat ini terlihat cantik dan menarik. Kami melihat ada sisi lain yang belum tersentuh, yaitu sumber daya manusianya,” imbuh Halus Mandala menganalisa. 

Bak gayung bersambut, Kepala Desa Tetebatu, Sabli, dan Ketua BPDEWI, Mariani Rusli, yang ditemui Halus Mandala dengan tim akademisinya menyambut baik inisiasi figur akademisi ini.

Sosok yang sempat menjabat penentu kebijakan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB ini mengaku, pembenahan SDM kalangan pelaku dan pengelola desa wisata ini cukup penting. Di antaranya perihal manajemen pengelolaan homestay, menyiapkan menu makanan yang sehat dan bersih, serta bagaimana menyambut wisatawan dengan penuh keramahtamahan. 

Euforia Tetebatu tentu tidak saja berhenti sampai diumumkannya pemenang lomba Best Tourism Village versi UNWTO. Namun, dampak yang ditimbulkan pasca lomba juga menjadi sangat penting.Terlebih untuk keberlanjutan pariwisata di kawasan wisata pedesaan ini.

“Bayangkan, dampak dari lomba desa wisata tingkat dunia ini, kelak wisatawan akan semakin ramai. Dan kami butuh wawasan dan pengetahuan yang dapat menunjang keberlanjutan desa Tetebatu sebagai kawasan desa wisata dengan predikat terbaik dunia,” terang Mariani, penuh harap. 

Sejalan dengan Mariani, figur penting lain di Tetebatu, Padli, mengamini apa yang disampaikan Mariani. Sembari menjura, Padli mengangkat topi untuk ide dan inisitif Halus Mandala. 

Halus Mandala dan Tim bertemu dengan Kepala Desa Tetebatu

“Selama ini kami hanya berpikir sederhana dan apa adanya. Mengelola homestay ala orang desa, masak cara desa dan menyajikan serta menyambut wisatawan bak orang lugu di pedesaan. Kami butuh sentuhan lebih untuk meningkatkan service kami ke tamu-tamu kami,” jelasnya.

STP Mataram akan menyiapkan semua yang dibutuhkan pelaku wisata di Desa Tetebatu, dalam upaya peningkatan kapasitas SDM warga Tetebatu. Dalam waktu dekat, pembinaan SDM ini akan difokuskan untuk tiga kalangan. Kalangan pelaku dan pengelola homestay, warga Tetebatu sebagai pendukung keberlanjutan pariwisata Tetebatu dan kalangan generasi muda sebagai penerus pemgembangan kawasan wisata Desa Tetebatu. 

“Kami optimis, apapun kontribusi semua pihak dalam pengembangan Desa Wisata Tetebatu sangat bermanfaat untuk keberlanjutan pariwisata di Tetebatu ke depannya,” pungkas Sabli penuh keyakinan. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *