Lombok Timur – Jembatan Ulem-ulem Desa Tetebatu jebol pada hari Senin tanggal 14 November 2022 yang lalu. Sampai tahun 2025 ini, hampir 4 tahun tidak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten atau Provinsi. Hal ini dikeluhkan oleh Masyarakat Desa Wisata Tetebatu Lombok Timur.
Bagi mereka bendungan ulem-ulem merupakan akses perekonomian dan tujuan destinasi wisata utama wisatawan lokal maupun mancanegara.
Jembatan Ulem-ulem menghubungkan 8 Dusun yaitu Dusun Orong Gerisak, Dusun lingkung beru, Dusun lingkung daye, Dusun kembang seri dan Dusun kembang seri leuk, Dusun presak, Dusun lingkung tengah,lingkung lauk. Penduduk sekitar 900 KK dan hampir 3000 jiwa.
Kepala Desa Tetebatu Sabli, ketika dihubungi massmedia di kantornya, Kamis, 30 Oktober 2025, mengatakan bahwa, Bendungan Ulem-ulem ini merupakan kebanggaan Masyarakat Desa Wisata Tetebatu. “Harapan Masyarakat kepada Pemerintah supaya jalan dan bendungan ini secepatnya diperbaiki karena dengan putusnya jalan dan bendungan ini sangat berdampak sekali baik itu mobilitas Masyarakat, perekonomian, maupun kunjungan wisatawan, karena bendungan inilah salah satu ikon Desa Wisata Tetebatu,” sebutnya.
Beberapa waktu yang lalu, tahun 2025 ini, dirinya pernah bertemu dengan Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin. “Beliau menyampaikan bahwa jembatan tersebut akan segera dibuat namun harus menunggu waktu dan penganggaran, tapi beliau tidak menyebutkan tahunnya, kapan,” tegasnya.
Sedangkan Kawil Orong Gerisak Humaidi, di mana Bendungan dan jembatan itu termasuk di wilayahnya, juga menyampaikan harapan yang sama kepada pemerintah Lombok Timur. Sudah 4 tahun lamanya harapan ini menggantung. Keindahan bendungan dan alam di sini dulu merupakan kebanggaan Masyarakat Desa Wisata Tetebatu bahkan menjadi andalan Provinsi NTB masuk pada Lomba Desa Wisata Dunia UNWTO Perserikatan Bangsa-Bangsa Tahun 2021 yang lalu,” katanya.
Lebih lanjut kata Kawil Humaidi, untuk sementara ini semenjak bencana alam yang merusak jembatan Ulem-ulem terputus, Masyarakat 8 Dusun tersebut harus berputar menempuh jalan yang cukup jauh kurang lebih 2 km.
Ketua Pokdarwis kampung wisata, Zainul Arifin, di tempat yang sama juga berharap kepada Pemda Lotim, Tahun 2026 yang akan datang, bendungan dan Jembatan Ulem-ulem yang panjangnya 40 M, bisa segera diperbaiki. “Untuk sementara Pokdarwis dan Masyarakat secara gotong royong membuat jalan darurat terbuat dari bambu untuk pejalan kaki dan motor. Tapi sangat berbahaya bagi pengendara, karena sudah banyak memakan korban terjatuh, bahkan ada seorang turis juga menjadi korbannya,” terang Zainul Arifin.
Untuk diketahui Bendungan ulem-ulem berada di hutan lindung Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), sebuah kawasan konservasi yang terletak di Desa Wisata Tetebatu Kabupaten Lombok Timur Provinsi NTB.
Kawasan bendungan Ulem-ulem merupakan andalan utama saat Desa Wisata Tetebatu ikut pada Lomba Desa Wisata Dunia oleh Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO) bulan Oktober 2021 yang lalu.
Setahun berselang setelah ikut Lomba Dunia Desa Wisata oleh United Nation World Tourism Organization (UNWTO) PBB, tepatnya hari Senin,14 November 2022 pada jam 14.30 WITA, terjadi hujan cukup besar di kaki Gunung Rinjani, dan aliran sungai deras menuju Bendungan ulem-ulem. Dinding bendungan dan jembatan tidak bisa menahan aliran sungai tersebut dan akhirnya jebol. (Asbar)












