DEWISNU Foundation Gelar Rakernas 2021 dengan Tema Give Back to Community

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Yayasan Desa Wisata Nusantara (DEWISNU Foundation) hari Rabu 1 Desember 2021, yang dipimpin oleh Ketua Umum Dewisnu Pusat Dr. Mangku Kandia, menyusun Rencana Kerja tahun 2022, berlangsung dari pukul 10.00 WITA sampai 15.00 WITA.

“Give Back To Community atau memberi kepada Warga Desa demikian tema Rapat Kerja Nasional Yayasan Desa Wisata Nusantara, yang digelar lewat zoom Tanggal 1 Desember 2021 diikuti oleh beberapa Kepala Perwakilan Dewisnu Provinsi, Kabupaten dan kota Se Indonesia,” ungkap Dr. Mangku Kandia selaku Ketua Umum Dewisnu Foundation. 

Dewisnu Foundation berdiri 12 Maret 2018 untuk mendampingi Desa-Desa menuju Desa Wisata melalui program 7P meliputi,  penelitian, paket wisata, pemetaan, promosi, peningkatan SDM, pendampingan dan pemagangan.

“Dewisnu Foundation sebagai organisasi Nirlaba siap menyalurkan dana-dana hibah baik dari pemerintah, Swasta bahkan dana hibah bantuan NGO asing dalam percepatan pengembangan Desa Wisata,” ungkap Mangku Kandia yang juga mantan President Southeast Asia Tourist Guide Association 2008-2018. 

Rural Tourism menjadi trend ketika covid melanda dunia dibutuhkan destinasi terbuka hijau dengan fresh airnya. sehingga Desa Wisata menjadi pilihan dan ini telah diakui UNWTO, Badan Pariwisata Dunia yang berpusat di Spanyol.

Pada Rakernas tersebut diikuti oleh Pembina Yayasan Desa Wisata Nusantara ibu Amanah Asri dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan pengurus baik dari Pusat, Korwil, Provinsi dan Kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Rakernas tersebut banyak membahas rencana Dewisnu tahun 2022, di antaranya, Program Pendampingan Fasilitasi dan Dukungan Kementerian/Non Kementerian dalam Rencana Kerja (Renja) Kementerian Tahun 2022 mendatang.

Misalnya dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berupa Bantuan dengan sarana infrastruktur dan Pengembangan usaha wisata.

Dari Kementrian Desa dan PDTT berupa Bantuan pelatihan fasilitator desa, promosi produk wisata dan pendampingan digitalisasi desa wisata. Dari Kementerian Pertanian berupa pengembangan agrowisata komoditas dan Pengajuan desa wisata hortikultura.

Dari Kementrian Koperasi dan UKM, berupa Fasilitasi kemudahan perizinan berusaha di desa wisata dan Kemudahan sertifikasi UMKM Ekraf di desa wisata serta mengakses program Garda Transfumi bagi pengurus Dewisnu di semua tingkat.

Dari Kementerian Perindustrian berupa akses program bantuan peralatan mesin bagi usaha ekraf di desa wisata dan membangun startup pariwisata. Dari Kementerian Perikanan dan Kelautan berupa Program Bantuan Budidaya perikanan dan Program bantuan sarana prasarana nelayan di desa wisata bahari.

Dari Kementerian Tenaga Kerja Berupa mengajukan SKKNI pendampingan desa wisata dan mengajukan BLK Komunitas. Dari Kementerian Dalam Negeri

berupa Pendampingan regulasi di desa wisata dan Pendampingan akses pendaftaran SKT bagi Yayasan.

Dari Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup berupa Pemanfaatan program desa wisata energi dan Penanganan sampah di desa wisata serta Kerja sama pemanfaatan hutan sosial. Dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia berupa Pemetaan desa devisadan Kolaborasi ekspor produk Desa wisata.

Kunci keberhasilan program kerja 2022, diharapkan adalah, Komitmen dan loyalitas pengurus baik di Pusat, Korwil, Provinsi dan Kab/Kota, Komunikasi, Koordinasi dan Kolaborasi dengan semua stakeholder dalam konsep pentahelix, Transparansi dan profesionalisme dalam pengelolaan kegiatan baik di Pusat, Korwil, Provinsi maupun Kab/Kota.

Dan terakhir Meningkatkan SDM, adaptif perubahan tetapi punya jati diri pelaku wisata yang beretika, berbudaya serta menerjemahkan nilai-nilai luhur warisan puncak budaya di Indonesia. (Asbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *