Festival Dara Ngindang ke-7 Siap Digelar, 1.500 Merpati Akan Hiasi Langit Lendang Belo

LOMBOK TIMUR – Pesta Budaya Masyarakat Desa Lendang Belo, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur kembali hadir. Tahun ini, Festival Dara Ngindang memasuki tahun ke-7.

Ketua Panitia Festival Dara Ngindang ke-7, Sunardi, saat dihubungi Jumat (16/10) mengatakan puncak acara akan digelar pada Rabu, 21 Oktober 2026, bertempat di kawasan Taman Bello Bungalow dengan Jargon “Merpati Sejati Bukan Pedati”

“Persiapannya baru 50 persen. Perlengkapan lainnya masih kita lengkapi seperti hadiah atau doorprize, gendang dan penari, surat undangan ke Pemerintah Kabupaten dan Provinsi, kupon peserta, dan baliho sudah siap semua,” ujarnya.

Rencana pemasangan baliho akan dilakukan setelah salat Jumat di tiga titik, yakni di Perempatan Kotaraja, Perian  dan Montong Baik.

Sistem pemenang Festival Dara Ngindang tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya, yakni diundi berdasarkan kupon peserta. Panitia menyiapkan 25 hingga 30 hadiah dengan target 1.500 merpati yang akan dilepas.

Lebih lanjut, kata Sunardi,” peserta terjauh dari Group 4G yaitu  dari Kabupaten Lombok Tengah dan dari tiga kecamatan di Lombok Timur, yaitu Kecamatan Terara, Montong Gading dan Kecamatan Sikur. Mereka berasal dari Tetebatu, Kembang Kuning, Kotaraja, Montong Betok, Montong Baik, Perian, Bendung, Kilang, dan lainnya,” jelas Sunardi.

Salah satu tokoh pendiri dan penggagas Festival Dara Ngindang, H. Surya Jaya yang juga mantan Kepala Desa Lendang Belo dua periode, berharap pada tahun ke-8 mendatang festival ini bisa masuk dalam kalender Event Pariwisata Provinsi NTB. Saat ini festival tersebut masih masuk kalender Event tingkat kabupaten,” Tegasnya.

Sementara itu, Tuan Guru Pariwisata (TGP) Ahyak Mudin mengatakan bulan ini termasuk high season, Biasanya turis dari Eropa, Amerika, Kanada, Korea, Jepang, dan negara lainnya akan datang lebih banyak. Ia berharap puluhan turis akan hadir dan menyaksikan Festival Dara Ngindang ke-7 kali ini.

“Harapannya Penyelenggaraan dara ngindang tahun ini berdampak pada nilai ekonomisnya untuk para pelaku wisata, masyarakat sekitar, Akomodasi sekitar, maupun untuk para pedagang, UMKM, serta teman-teman guide,” harapnya. (Asbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *