Lombok Timur – Buku kumpulan puisi “Panorama” karya Zajima Zan menjadi fokus diskusi menarik dalam acara “Bincang-Bincang dengan Penulis Lombok” yang digelar di Toko Buku Alegria, Selong, pada 16 Maret 2025. Acara yang diinisiasi oleh HMPS PBSI Universitas Hamzanwadi, Ikatan Jurnalis Kampus (IJK), dan Toko Buku Alegria ini menghadirkan Zajima Zan sebagai tamu perdana.
Dalam diskusi yang berlangsung menjelang magrib tersebut, Zajima Zan mengungkapkan konsep waktu yang unik dalam puisi-puisinya. Ia menyebutkan bahwa waktu dalam “Panorama” dihadirkan sebagai entitas, bukan sekadar konsep abstrak.
“Waktu adalah konsep, sebuah medium ruang yang relatif. Jadi, masing-masing kita, masing-masing kepercayaan dan pandangan saintifik akan berbeda merespon dan melihat waktu,” ujarnya.
Konsep ini terinspirasi dari teori relativitas Einstein, di mana waktu bersifat relatif dan dapat melambat atau mempercepat tergantung pada kecepatan dan gravitasi. Zajima Zan mengaplikasikan konsep ini dalam puisinya, seperti dalam puisi “Pertanyaan” dan “Pada Suatu Petang”, di mana waktu digambarkan memiliki wujud fisik, seperti “semak-semak waktu”.
“Dengan menggunakan fitur alam sebagai wujud waktu dalam imaji puitik saya, saya melihat waktu itu sebagai hutan,” jelasnya.
Bagi Zajima Zan, waktu seperti hutan rimba yang luas, di mana seseorang bisa tersesat jika tidak bisa menavigasinya. Ia juga menjelaskan bahwa waktu dalam “Panorama” tidak bekerja secara linear, melainkan meluas, di mana masa lalu, masa sekarang, dan masa depan muncul secara bersamaan.
“Dalam konsep ini, masa sekarang itu terjadi ketika masa lalu dan masa depan muncul secara bersamaan,” ungkapnya.
Diskusi ini memberikan wawasan mendalam tentang proses kreatif Zajima Zan dan konsep waktu yang unik dalam “Panorama”. Acara “Bincang-Bincang dengan Penulis Lombok” diharapkan dapat menjadi wadah bagi para penulis dan pecinta sastra di Lombok untuk berdiskusi dan bertukar ide. (*)













