Lombok Barat – Dosen Prodi Sosiologi Universitas Mataram menggelar sosialisasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tajuk Penguatan Kerjasama Bumdes, Pelaku Usaha Wisata, dan Pokdarwis dalam Optimalisasi Cinderamata Khas Gili Gede Indah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat, Senin (8/9).
Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Ika Wijayanti menerangkan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk berkontribusi dalam dalam pembangunan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup bangsa khususnya masyarakat pesisir. Menurut Ika, kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan potensi daerah yang ada di tempat pelaksanaan PKM agar bisa menjadi oleh-oleh atau cinderamata setempat.
“Kegiatan ini bertujuan untuk optimalisasi potensi daerah untuk dijadikan cinderamata. Selain itu kegiatan pengabdian diharapkan dapat memberikan penguatan pada pihak-pihak yang terlibat pada bidang pariwisata, mengingat Pulau Gili Gede merupakan salah satu daerah tujuan wisata populer di kawasan Sekotong,” ungkap Ika Wijayanti kepada media ini.
Desa Gili Gede Indah menjadi tujuan wisata baik lokal maupun mancanegara, namun ketersediaan cinderamata di Gili Gede kurang terekspos secara luas dibandingkan destinasi lain yang lebih ramai. Pariwisata di tempat ini lebih berfokus pada keindahan alam dan panorama bawah laut. Wisatawan kerap mencari cinderamata dari Gili Gede, namun masih memiliki keterbatasan jenis dan variasi.
Pengabdian yang dimotori oleh Ika Wijayanti, Lalu Lalu Wiresapta Karyadi, Farida Hilmi dan Latifa Dinar memberikan sosialisasi penguatan sinergitas bumdes, pelaku usaha wisata, dan pokdarwis untuk pengembangan cinderamata Gili Gede. Cinderamata memiliki peran penting dalam kegiatan wisata yaitu sebagai pengingat perjalanan dan pengalaman yang berkesan dari destinasi wisata. Selain itu bisa berupa penanda produk kerajinan tangan, makanan khas, atau barang lain yang memiliki keunikan daerah tersebut. BUMDes dan pokdarwis berperan sebagai agregator, pengelola, dan fasilitator pengembangan cenderamata.
Ika Wijayanti menambahkan, pengabdian difokuskan pada masyarakat pesisir yang selaras dengan payung penelitian unggulan Universitas Mataram yaitu pengembangan kawasan pariwisata dan pulau-pulau kecil berkelanjutan. “Kegiatan ini sinergis dengan visi dan misi serta fokus kajian penelitian Prodi Sosiologi Universitas Mataram yaitu pemberdayaan masyarakat pesisir dan kepulauan,” imbuhnya.
Ika menuturkan selain memberikan materi pengembangan cinderamata, Tim juga memberikan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa oven gas. “Pengabdian ini tidak hanya memberikan materi sosialisasi namun juga memberikan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa oven gas untuk pengembangan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang digerakkan oleh PKK,” tutur Ika.
Ibu Sriyatik, salah satu peserta dalam kegiatan ini menceritakan bahwa di Gili Gede belum ada pelatihan untuk pembuatan cinderamata. Pelatihan yang pernah diberikan adalah pengolahan sampah non organik. “Belum ada kegiatan pelatihan pembuatan cinderamata khas Gili Gede, hanya pelatihan pengolahan sampah non organik,” bebernya.
Para peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan dan berharap ada kegiatan lanjutan dalam pengembangan cinderamata agar pariwisata Gili Gede lebih optimal. (*)












