Seni  

Karya ‘Praje’ Ali Nusantara Dibeli Wakil Bupati Lombok Timur di Pembukaan Pameran Elaborasa

LOMBOK TIMUR – Karya seni rupa berjudul “Praje” milik perupa berbakat asal Lombok Timur, Ali Nusantara, sukses mencuri perhatian dalam pembukaan Pameran Seni Rupa Elaborasa yang digelar di Gedung Juang, Selong, Sabtu (30/5/2026). Karya sarat makna tersebut resmi dipinang oleh Wakil Bupati Lombok Timur, Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, M.M., sebagai bentuk nyata apresiasi pemerintah terhadap perkembangan seni dan budaya daerah.

Momentum terjualnya karya “Praje” ini menjadi salah satu sorotan utama dalam rangkaian acara pembukaan pameran. Acara bergengsi ini dihadiri oleh puluhan seniman, budayawan, akademisi, serta masyarakat pencinta seni dari berbagai penjuru daerah. Kehadiran dan langkah nyata orang nomor dua di Lombok Timur tersebut dinilai menjadi angin segar sekaligus bukti konkret dukungan pemerintah daerah terhadap kreativitas perupa lokal dalam menggaungkan nilai-nilai luhur budaya Sasak.

Sang perupa, Ali Nusantara, mengungkapkan bahwa “Praje” bukanlah sekadar goresan estetika visual, melainkan sebuah refleksi mendalam terhadap dinamika identitas budaya masyarakat Sasak di tengah gempuran modernisasi.

“Karya ‘Praje’ ini lahir dari perenungan saya terhadap akar budaya dan kehidupan masyarakat Sasak yang terus bergerak dinamis mengikuti perkembangan zaman. Melalui visualisasi ini, saya ingin membangun dialog yang jujur antara tradisi warisan leluhur dan realitas kehidupan yang kita hadapi masa kini,” ujar Ali Nusantara saat ditemui di lokasi pameran.

Apresiasi tinggi pun datang langsung dari Wakil Bupati Lombok Timur, Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, M.M. Usai mengagumi karya tersebut, ia menegaskan pentingnya peran seni rupa sebagai media pelestari sejarah dan nilai-nilai kultural bangsa agar tidak lekang oleh waktu.

“Sebuah karya seni tidak boleh hanya dinilai dari keindahan kasat mata atau aspek estetikanya saja, melainkan dari kedalaman maknanya sebagai media penting untuk merawat memori kolektif budaya kita serta memperkuat identitas daerah. Saya berharap pembelian karya ‘Praje’ ini dapat memicu motivasi para seniman muda di Lombok Timur untuk terus berkarya, berinovasi, dan konsisten berkontribusi dalam pembangunan kebudayaan daerah,” tegas Edwin Hadiwijaya.

Pameran Seni Rupa Elaborasa yang diinisiasi oleh PERUPA LOTIM ini menampilkan puluhan karya dari berbagai perupa lokal dengan eksplorasi tema sosial, tradisi, dan budaya yang beragam. Kegiatan ini diproyeksikan menjadi ruang strategis untuk mempertemukan para pelaku seni dengan masyarakat luas, sekaligus memperkokoh ekosistem industri kreatif dan seni rupa di Bumi Gora.

Dengan terjualnya karya “Praje” tepat di malam pembukaan, hal ini menjadi indikator positif bahwa apresiasi masyarakat dan pemangku kebijakan terhadap karya seni rupa lokal kian tumbuh subur. Momentum ini sekaligus menegaskan perlunya sinergi yang berkelanjutan dari seluruh elemen guna memajukan ekosistem kesenian dan kebudayaan di Lombok Timur.

DPRD Lombok Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *