Lombok Timur – Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Imran Tahir S.Hut., M.Si menutup secara resmi Pelatihan Tata Graha Anggota Lombok Homestay Association (LHA) Nusa Tenggara Barat. Pelatihan yang diselenggarakan oleh BPVP Lombok Timur bekerja sama dengan LHA NTB tersebut ditutup pada Selasa, 09 Desember 2025 di Lombok Muni’s Bungalow, Polak Penyayang Desa Masbagik Selatan.
Sebanyak 32 orang anggota LHA mengikuti pelatihan berbasis kompetensi Non Boarding tentang Tata Graha selama 8 hari di Jegeg Ayu Bungalow Desa Kembang Kuning Kecamatan Sikur. Peserta terdiri dari para pemuda yang direkrut langsung oleh LHA NTB.
Ahyak Mudin, SE mewakili instruktur, dalam laporannya, menyampaikan rasa syukur bahwa pelatihan berjalan lancar. “Pelatihan ini dilaksanakan oleh 4 orang instruktur dan juga dibantu oleh relawan dari luar negeri Miss Miria dari Lithuania, Miss Silvia dari Rumania dan Miss Meli dari United Kingdom(UK). Mereka memberi materi tambahan berupa soft skill. Selain itu, peserta pelatihan juga melakukan observasi di tiga homestay anggota LHA,” terang Ahyak.
Di akhir laporannya, Ahyak MUdin yang dijuluki Tuan Guru Pariwisata (TGP) berharap peserta akan tetap menjalankan aktivitas kepariwisataan setelah pelatihan ini selesai. “Ini sebagai i langkah awal untuk memulai karir di bidang kepariwisataan. Prinsipnya adalah, to be to do and to have,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua LHA Provinsi NTB H. Abd. Aziz Zuhdi, S.Pd., M.Pd berharap pada kerjasama LHA dengan BPVP tahun 2026, LHA akan mengusulkan Pelatihan Manajemen Homestay Berbasis SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) Karena menurut Aziz, Homestay saat ini merupakan salah satu strategi dari Pemerintah untuk menggalakkan Pariwisata berbasis Masyarakat. “Ke depan harapan kami Pak Kepala, kita bisa laksanakan pelatihan khusus tentang homestay sesuai dengan SKKNI terbaru. Karena melihat peluang bisnis yang ada, secara umum tidak hanya bisnis homestay, bisnis pariwisata saat ini semakin menjanjikan,” harapnya.
Dalam sambutannya, Kepala BPVP Lombok Timur Imran Tahir, mengingatkan saat ini lapangan kerja sulit dan angkatan kerja semakin banyak, sehingga ada ketimpangan. Untuk itu harus dikembakan kewirausahaan yang berimbas pada membuka lapangan kerja baru. “Saat ini lapangan kerja sulit sedangkan angkatan kerja semakin banyak. Oleh karenanya harus dikembangkan keterampilan yang berimbas pada pembukaan lapangan kerja yang baru,” ungkapnya.
Selain itu, Imran Tahir berharap kedepan ada skema kerjasama yang lebih baik lagi antara BPVP Lombok Timur dengan Lombok Homestay Association. “Ke depan kita akan bangun kejasama yang lebih baik lagi dengan LHA. Kita lihat hasil yang sekarang, kalau banyak terserap untuk bekerja, kita akan tambah lagi nanti programnya,” tutup Imran. (Asbar)














